Cara Mudah Menghafal Al Qur'an Ala @tips_quran

Sahabat Qur’an, kami sajikan kembali pada postingan kali ini bagaimana menghafal Al Qur’an Ala Tips Ngafal Quran @tips_quran. Yuk kita simak…

#how : 1. Kita sering resah. Suka kesel. Bingung. Emosian. Ngebet. Kalau lagi ngafal. Kenapa? Karena susah!

#how : 2. Rasanya kok ngafal gak masuk masuk. Sekalinya masuk, 10 menit kemudian?? Hilang!!!

#how : 3. Iya solusinya gimana???? Tweet kali ini pas banget buat org yg lagi nyari tips gmna cranya rapid entry. forgot lost.

#how : 4. Perlu diketahui. Setiap menghafal itu pasti ada saja yg lupa. Itu sebabnya diwajibkan 'mengulang hafalan' agar tdk cepat hilang

#how : 5. Gunakan alQuran khusus utk ngafal. Jangan sampe ganti-ganti Quran.
















#how : 6. Setiap 1 ayat dipotong menjadi beberapa bagian. Seperti contoh di bawah.
















#how : 7. Kalau sudah dipotong. Ulangi potongan ayat tsb sbnyak 20x .
















#how : 8. Contoh gambar di bawah (1 Ayat yg sudah dipotong2) kalau sudah 1 Ayat. Baca 1 Ayat penuh sebanyak 15x
















#how : 9. Bikin lipatan-lipatan kertas (sprti contoh di bawah) sebanyak 20 kertas.
















#how : 10. Setiap baca 1 Ayat pisahin 1 kertas. (Ini hanya media supaya kita ga lupa pas ngulang Ayat sampe 20x)

















#how : 11. Semoga berhasil :)

***

(surya/gq)



Menghafal Al Qur'an Dengan Tips Sederhana

GriyaQuran.net Sahabat Qur’an,  Bisa menghafal Al Qur’an itu merupakan sebuah anugrah yang luar biasa, karena begitu banyak hadist Nabi yang menerangkan kemulyaan orang yang menghafal Al Qur’an.

Bagaimana caranya? yuk kita simak tipsnya dari Ustadz  Awy’ A. Qolawun @awyyyyy yang membahas Bagaimana Menghafal Al Qur’an Dengan Tips Sederhana


 

1.      Jika beberapa hari lalu aku sempat twit perihal indahnya mentadabburi Qur’an jika paham bhs Arab (namun dipahami beda oleh sebagian teman).
2.      Maka kali ini aku ingin kultwit pendek perihal menghapalkan Al Qur’an. Apakah menghapal Qur’an itu mudah? Dan bagaimana tips sederhananya.
3.      Bisa hapal Qur’an tentu saja suatu anugerah luar biasa. Dlm hadits dikatakan bahwa penghapal Qur’an itu seolah mendapatkan mahkota.
4.      Pada dasarnya, Al-Qur’an (dg susunan kalimat2nya yg benar2 khas itu) mempunyai ekselensi khusus mudah untuk dihapal.
5.      Dan ia begitu cepat bisa dihapal tanpa memandang apakah orang itu paham artinya, bahasanya, atau meski cuma mendengarnya saja…
6.      Terlebih jika didiktekan pada anak kecil sejak dini. Anjuran bagi orang tua di manapun untuk mendidik anak2nya minimal hapal surat pendek.
7.      Anggapan bahwa menghapal Qur’an itu sulit, wow, sebenarnya tidak perlu. Sebab
Qur’an itu mudah dihapal sejak dari sananya.
8.      Dan jaminan kemudahan hapalan Qur’an disebutkan dlm QS. Al-Qomar, wa laqod yassarna-l Qur-ana lid dzikri, fa hal min muddakir?
9.      Dan bahwa Qur’an ini telah Kami (Allah) mudahkan untuk dihapal, ayo masa’ tidak ada yg mau menghapalkan? Begitu terjemah bebas ayatnya.
10.   Lho, bukannya kalau hapalin Qur’an mesti benar2 harus mengkhususkan di pesantren2 Qur’an, tidak disambi dg aktivitas2 lain?
11.   Kata siapa? Pengalamanku pribadi menghapal Qur’an (dan selesai waktu sweet seventeen :D) adl tdk di pesantren2 khusus Qur’an.
12.   Bahkan kala itu juga punya kewajiban2 menghapal yg lain, keharusan mengejar deadline tulisan2, tapi nyatanya Qur’an tetap mudah dihapal.
13.   Dan kemudahan menghapal Qur’an ini juga tidak melihat usia. Salah satu syaikh
kami ada yg baru hapal Qur’an setelah usia di atas 63 thn.
14.   Tinggal kita saja, punya kemauan apa tidak untuk menghapal Kitab Suci yg secara kontruksi susunan kata2nya memang mudah dihapal.
15.   Minimal jika kita merasa tak mampu menghapal Qur’an seluruhnya, ya surat2 penting lah semisal Yasin, Al-Kahfi, al-Mulk.
16.   Atau juz yg cukup umum dihapal sekaligus suratnya pendek2, yaitu juz 30. Mudah sekali menghapal bagian ini.
17.   Atau (ini katakan paling parah udah) jika tak mampu menghapal juz 30, minimal tiap muslim hapal 10 surat terakhir di Al-Qur’an.
18.   Agar saat sholat, usai baca al-fatihah, tidak cuma baca surat Qulhuuuuu aja :D biar bervariasi bacaannya.
19.   Lagipula menurut penelitian, orang yg hapal qur’an (dan selalu mengulang2 hapalannya) di masa tuanya aman dari kepikunan, alzheimer.
20.   Itu belum ekselensi ukhrowi semisal jasad penghapal Qur’an tdk dimakan cacing di kuburannya, awet tanpa harus dimummikan.
21.   Atau yg nantinya saat di surga sang penghapal qur’an dinaikkan derajatnya sejumlah ayat yg dia hapal…
22.   Soal cara menghapal qur’an sendiri, bisa kok semisal setiap hari kita menyisihkan waktu 30 menit untuk menghapal 5 ayat…
23.   Soal gampang lupa, itu urusan lain, yg penting sekarang kemauan untuk menghapal Qur’an dulu. Diatur saja waktu untuk mengulang hapalan.
24.   Semisal menjelang tidur. Atau jika kebetulan orang kantoran ya pas waktu2 luang kala tidak ada kerjaan.
25.   Maksud hadits itu bukan lupa yg sering kita alami, tapi lupa parah sampai tidak bisa membacanya saking lamanya tidak baca Qur’an lagi.
26.   So kalau sekedar lupa2 biasa ya tidak berdosa, sebab memang manusia itu ya tabiatnya adl tempatnya salah dan lupa.
27.   Trik lain untuk mudah menghapal qur’an adl paham maknanya. Sebab jika paham makna kita ini kayak tahu alur cerita.
28.   Dan memahami makna ayat minimal dg bantuan terjemah, syukur2 jika punya kemampuan bahasa arab meski dikit2 (ini yg kemarin kumaksud).
29.   Bagi yg serius menghapal Qur’an trik sederhana ini diperlukan agar tidak mbulet saat menghadapi beberapa ayat yg serupa tapi tak sama.
30.   Alhasil hilangkan pikiran bahwa Qur’an itu repot dihapal. Justru sebaliknya, Qur’an itu gampang banget dihapal, coba aja deh.
31.   Maka mulai sekarang, untuk menaikkan kualitas keislaman kita, perlu membuat program sederhana,menghapal Qur’an tiap hari, meski dua ayat.
32.   Karena, di samping semua itu, Qur’an bukan sekedar bacaan biasa. Ia punya ekselensi menuntun diam2 kpda pembacanya, apalagi penghapalnya.
33.   Dan kebiasaan membaca (terlebih menghapal) memberikan pencerahan sekaligus kesegaran luar biasa pada batin. Siapapun merasakan ini.
34.   Oh ya, mau bukti lain bahwa Qur’an mudah dihapal? Nggak sedikit lho pendeta hapal sebagian ayat2 Qur’an, masa kita yg muslim gak hapal?
35.   So, saatnya membuat program baru dlm hidup. Target hapal sebagian ayat Qur’an (syukur2 bablas sekitab) meski usia tak lagi muda.
36.   Yg masih muda (khususnya yg di bawah usia 28) ayo manfaatkan usia emas kalian dgn menghapal firman2 Allah Ta’ala…Kesempatan yg bagus.
***
(surya/gq)





 




Ahmad Heryawan Luncurkan Gerakan Jabar Menghafal

GriyaQuran.net - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meluncurkan gerakan "Jabar Menghafal" sebagai upaya meningkatkan minat baca Al Quran bagi siswa-siswi di SMAN 3 dan 5 Kota Bandung, Senin.

"Hari ini ada 15 sekolah tingkat SMA di Jawa Barat yang ikut dalam program Jabar Menghafal ini," kata Ahmad Heryawan.

Ke-15 SMA yang ikut dalam program tersebut di antaranya adalah SMA di Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Cirebon dan Kabupaten Sukabumi.

Pria yang akrab disapa Aher ini mengatakan, ke depannya program ini tidak hanya diikuti oleh pelajar tingkat SMA saja.

"Ke depan akan juga di-launching Jabar Menghafal untuk SD-SMA. Ada 7,6 juta orang jumlah murid SD-SMA di Jabar...," kata Aher.

Menurut dia, jika generasi muda mengusai ilmu agama dan teknologi dan informasi maka mereka bisa membangun peradaban dunia dengan lebih baik lagi. 

"Kita kurang sejahtera karena pendidikan dan perkembangan IT tidak kita kuasai. Insya Allah kita dekat ilmu agama dan IT dikuasi. Maka di situ kita akan membangun sejarah peradaban dunia yang lebih baik," kata dia.

Pada acara tersebut juga hadir Ustad Yusuf Mansur yang juga memiliki program hafalan Al Quran yakni Gerakan One Day One Juz.

Selain itu, dilaksanakan juga teleconference antara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan 13 perwakilan SMA yang ikut program tersebut.

Sumber: Antaranews.com

Tidak Mengerti Maknanya, Haruskah Kita Membaca Al Qur'an !

GriyaQuran.net Seorang muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda.

Setiap pagi kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?”

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”

Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi.

Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, “Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup,” maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.

Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata,  “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?” jawab kakek.

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku,” ujar si kakek kemudian, “Hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya lagi, kamu akan berubah, luar dalam.  Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”

Sumber: Islampos.com