Selasa, 05 Juli 2011

Kurikulum Pesantren Tahfizh Griya Qur'an

Kurikulum Pesantren Tahfizh Qur'an (PTQ) Griya Qur'an memiliki kurikulum yang terencana. Kurikulumnya terbagi menjadi dua bagian ada Kurikulum Inti dan Kurikulum Pendukung.
Kurikulum Inti terdiri dari:
  1. Tahfidzul Qur'an  
  2. Tahsinul Qur'an  
  3. Bahasa Arab  
  4. Materi Tarbiyah  ( Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tsaqofah Islamiyah dll). 
Kurikulum Pendukung meliputi:    

  1. Bahasa Inggris 
  2. Pengetahuan Umum / Manajemen Praktis 
  3. Ketrampilan Berkendara (Mobil, Motor) 
  4. Ketrampilan Olah-Raga (Berenang, Futsal) 

Selanjutnya hafalan yang ditargetkan bagi setiap santri Griya Qur'an harus selesai 30 Juz dalam jangka waktu 2 (dua) tahun. Dalam dua tahun itu dibagi menjadi 8 (delapan ) triwulan. adapun tahapannya sebagai berikut:
  • Triwulan pertama    : Tahsin dan Tilawah.  
  • Triwulan kedua       : Menghafal juz 1 - 6   
  • Triwulan ketiga        : Menghafal juz 7-12  
  • Triwulan keempat    : Menghafal juz 13-18  
  • Triwulan kelima       : Menghafal juz 19-24  
  • Triwulan keenam     : Menghafal juz 25-30  
  • Triwulan ketujuh      : Murojaah 30 juz  
  • Triwulan kedelapan  : Murojaah 30 juz  


Latar Belakang

Al-Qur’an adalah Manhajul Hayat / Pedoman Hidup dari ummat Islam. Al-Qur’an diturunkan Allah SWT kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW untuk dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan. Allah SWT akan memberikan karunia kepada hamba-hambanya yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ   . لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri” (Al-Qur’an surat Fathir: 29-30)

Salah satu cara untuk mempermudah pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an adalah dengan menghafalnya. Generasi Sahabat Rasululloh SAW adalah generasi yang hafal Al-Qur’an. Bahkan salah satu alasan dikumpulkan dan dituliskannya Al-Qur’an adalah karena kekhawatiran para salafushalih akan “hilangnya” Al-Qur’an dari umat Islam disebabkan banyaknya para sahabat penghafal Qur’an yang syahid pada medan jihad di masa itu.

“Griya Qur’an” adalah Pesantren Tahfidz Al-Qur’an yang bertujuan untuk melahirkan kembali “Generasi Qur’ani”, yaitu para pemuda yang dekat dengan Al-Qur’an, menghafalnya dan berupaya sekuat tenaga untuk menjaga hafalannya, mengamalkannya serta mendakwahkannya.

Sabda Rasululllah SAW:

مَثَلُ المْؤُمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ

“Perumpamaan orang yang beriman yang membaca (dekat dengan Al-Qur’an) bagaikan buah utrujah, baunya harum rasanya lezat...” (HR Muslim)

“Griya Qur’an” membuka program “Tahfidz Al-Qur’an” (menghafal Al-Qur’an) dengan cara mengasramakan para santri selama dua tahun penuh untuk benar-benar dididik menjadi penghafal Qur’an yang kuat ditambah pengetahuan tentang dasar-dasar bahasa Arab dan Tsaqofah Islamiyah (pengetahuan tentang Agama Islam).