Selasa, 05 Juli 2011

Latar Belakang

Al-Qur’an adalah Manhajul Hayat / Pedoman Hidup dari ummat Islam. Al-Qur’an diturunkan Allah SWT kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW untuk dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan. Allah SWT akan memberikan karunia kepada hamba-hambanya yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ   . لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri” (Al-Qur’an surat Fathir: 29-30)

Salah satu cara untuk mempermudah pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an adalah dengan menghafalnya. Generasi Sahabat Rasululloh SAW adalah generasi yang hafal Al-Qur’an. Bahkan salah satu alasan dikumpulkan dan dituliskannya Al-Qur’an adalah karena kekhawatiran para salafushalih akan “hilangnya” Al-Qur’an dari umat Islam disebabkan banyaknya para sahabat penghafal Qur’an yang syahid pada medan jihad di masa itu.

“Griya Qur’an” adalah Pesantren Tahfidz Al-Qur’an yang bertujuan untuk melahirkan kembali “Generasi Qur’ani”, yaitu para pemuda yang dekat dengan Al-Qur’an, menghafalnya dan berupaya sekuat tenaga untuk menjaga hafalannya, mengamalkannya serta mendakwahkannya.

Sabda Rasululllah SAW:

مَثَلُ المْؤُمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ

“Perumpamaan orang yang beriman yang membaca (dekat dengan Al-Qur’an) bagaikan buah utrujah, baunya harum rasanya lezat...” (HR Muslim)

“Griya Qur’an” membuka program “Tahfidz Al-Qur’an” (menghafal Al-Qur’an) dengan cara mengasramakan para santri selama dua tahun penuh untuk benar-benar dididik menjadi penghafal Qur’an yang kuat ditambah pengetahuan tentang dasar-dasar bahasa Arab dan Tsaqofah Islamiyah (pengetahuan tentang Agama Islam).

          


1 komentar: