Jumat, 11 Juli 2014

Dubes Baru Inggris untuk Indonesia Seorang Muslim

GriyaQuran.net Kerajaan Inggris telah menunjuk pejabat baru untuk menggantikan Mark Canning sebagai Duta Besar untuk RI, ASEAN dan Timor Leste. Canning akan segera memasuki masa pensiun setelah selesai bertugas.

Seorang ekonom bernama Moazzam Malik dijadwalkan akan menggantikan posisi Canning mulai Oktober 2014. Demikian isi siaran pers yang diterima 
VIVAnews dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Kamis, 3 Juli 2014.

Sebelum bergabung di Kementerian Luar Negeri Inggris tahun 2014, Malik pernah menjabat di beberapa posisi senior di Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DFID). Uniknya, menurut perwakilan Kedubes Inggris di Jakarta, Malik merupakan Muslim.

Terakhir, Moazzam menjabat sebagai Direktur Jenderal DFID untuk wilayah Asia Barat dan Timur Tengah. Saat itu, dia bekerja secara erat dengan Pemerintah Inggris dan mitra internasional, termasuk PBB, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Malik juga terlibat langsung dalam menangani situasi tanggap darurat paska bencana Tsunami 2004 dan badai topan yang melanda Myanmar tahun 2008 silam ketika menjabat sebagai Direktur Divisi Konflik dan Penanganan Isu Kemanusiaan DFID. Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekretaris Pribadi untuk dua Menteri, termasuk saat Pertemuan Tingkat Tinggi G8 Gleangles tahun 2005.

Dimintai komentar soal penunjukannya sebagai Dubes di RI, Malik mengaku antusias.

"Saya dan keluarga sangat senang untuk pindah ke Indonesia, sebuah negara dengan perkembangan pesat yang berada di jantung masa depan Asia," ungkap Malik.
Antusiasme itu tidak berlebihan, karena dia mendengar banyak komentar yang mengatakan abad ke-21 akan dipimpin oleh Asia. "Indonesia dan wilayah Asia Tenggara adalah pusat bagi visi ini," kata dia.

Malik juga berharap dapat mengembangkan hubungan kedua negara yang telah dibangun dengan baik selama ini. Selain itu, dia juga berharap Indonesia dan ASEAN dapat membangun kemakmuran dan meningkatkan stabilitas politik. "Serta menangani tantangan global bagi kepentingan wilayah Asia Tenggara dan Inggris," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai akademisi dan konsultan di sektor swasta nonprofit.  (ita)

Sumber: vivanews


Tidak ada komentar:

Posting Komentar