Jumat, 27 Februari 2015

Download MP3 Ust Ibnu Jarir Lc Tentang Kejujuran

(Sumber gambar: hasanalbanna.com)
GriyaQuran.net Sahabat Qur’an, Kejujuran merupakan barang langka, karena kejujuran hanya milik orang-orang yang bertakwa kepada Allah swt. Allah swt. berfirman dalam surat At- Taubah : 119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِين

Wahai orang-orang yang beriman bertakwallah kepada Allah swt. dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.

Itulah sekilas cuplikan yang disampaikan oleh ustadz Ibnu Jarir tentang 'Kejujuran' dalam Khutbah jum’at di Masjid Darul Izzah, yuk kita dengarkan selengkapnya dengan mendownloadnya di Khutbah Jum’at : Kejujuran

Selamat menyimak…


(surya/gq)

Senin, 23 Februari 2015

Sebaik-baik Kalian yang Belajar dan Mengajarkan Al Qur'an

GriyaQuran.net - Sahabat Qur’an, Rasulullah SAW mengabarkan kepada kita  “Sebaik-baik kalian adalah mereka yang belajar & mengajarkan Al Qur’an” H.R. Bukhari. Begitu lengkapnya Al Qur’an ini mengatur kehidupan kita sebagai manusia. Sehingga jika kita mempelajari, megajarkan, kemudian mengamalkannya niscaya kita menjadi sebaik-baik manusia.

Yuk kita simak twit yang disampaikan oleh Ustadz Bobby Herwibowo @bobbyherwibowo mengenai hal ini. Semoga bermanfaat
  
1.      Sebaik2nya kalian adalah mereka yg belajar & mengajarkan Al Quran
2.      Gaya hidup paling tepat utk manusia adalah Al Quran (QS. 17:9)
3.      Al Quran bisa membuat manusia cerdas, pintar & berakal. Ingin jenius? Cobalah akrab dgn Al Quran (QS. 12:2)
4.      Obat penyembuh yg paling mujarab adlh Al Quran. Bnyk ahli medis, tabib, dan ulama menyarankannya (QS. 17:82)
5.      Al Quran penerang hidup di dunia, di alam barzakh dan pemberi syafaat di akhirat. Masihkah kau tak percaya?
6.      Al Quran bagai emas permata. Hny orang mulia yg memuliakannya. Sementara mrk yg bodoh mengabaikannya. (QS. 25.30)
7.      Jin menyimak Al Quran langsung bertaubat & beriman. Padahal Al Quran adlh petunjuk hidup utk manusia. Lalu bgmn dgn manusia? (QS. 72:1-2)
8.      Gunung khusyuk menyimak Al Quran. Andai Al Quran diturunkan pada gunung, maka pasti kau saksikan mrk luluh lantak. (QS. 59: 21)
9.      Dengar & Simaklah Al Quran, maka engkau akan dapatkan rahmat Rabbmu. (QS. 7:204) Lalu bagaimanakah pahala bg mrk yg mmbaca & menghafalnya
10.   Lalu mengapa msh tdk mau merenungi Al Quran, apakah hatimu telah mati terkunci?! (Qs. 47:24)
11.   Jangan menunda2 utk pelajari Al Quran, sbb Anda pasti akan menyesal. Saat itu kesempatan tak akan kembali berulang (Qs 7:53)
12.   No doubt. Inilah bacaan yg tidak ada keraguan, sbb Al Quran dibuat oleh Allah Swt langsung. Dia memberi ketenangan&kedamaian (Qs. 10:37)
13.   Al Quran enak dibaca, enak didengar & diamalkan. Enak bangets pokoknya. Bukan buatan Muhammad Saw, gak bs ditiru & ditandingi (Qs.11:13)
14.   Al Quran mengandung sejarah, science, aqidah, ibadah. Dan Ia bertutur kisah plg menarik dlm kehidupan ini.Udh baca belum? (Qs. 12:3)
15.   Bacaan yg dahsyat. Energi teramat kuat. Mukjizat hebat. Anda akan terperangah dgn kehebatan Al Quran (Qs. 13:31)
16.   Jgn heboh dgn isu adanya Al Quran palsu. Tak akan pernah ada, kalau pun ada pasti akn hilang binasa. Ia terjaga oleh Allah (Qs. 15:9)
***
(surya/gq)







Menghafal Al Qur'an Lebih Mudah Dari Baca-Tulis

GriyaQuran.net Anda pasti tahu bagaimana kisah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama. Jibril berkali-kali bilang, “Bacalah!” Maka Rasul SAW menjawab, “Saya tidak bisa membaca.”

Namun keajaiban terjadi, hanya dalam tempo singkat, Rasul SAW yang tadinya tidak bisa membaca apalagi menulis, pulang ke rumah sudah membawa 5 ayat pertama surat Al Alaq!

Bila Anda bersedia merenung, maka Anda akan dapati Rasul SAW melakukan sebuah teknik quantum dalam pembelajaran!

Biasanya semua orang melalui proses baca, paham, tulis dalam pembelajaran. Adapun menghafal ada pada nomer sekian yang jarang disukai manusia.

Namun pembelajaran yang diberikan kepada Rasul SAW secara otomatis membuat Beliau (Rasul SAW) merasa bahwa menghafal jauh lebih mudah dari baca-tulis. Benar tidak yah…?

Ini bukan hanya terjadi pada Rasul SAW, bahkan kepada seluruh sahabatnya. Mereka lebih mudah untuk menghafal dibanding baca-tulis!

Bila mereka dulu mudah hafal, susah lupa, manusia sekarang malah kebalikan; susah hafal, mudah lupa. Betul kan?!

Ayo renungi firman Allah Swt ini:

“Kami akan bacakan (Alquran) kepadamu (Muhammad) maka engkau tidak akan lupa, kecuali bila Allah berkehendak.” QS 87: 6-7

Fakta ini harus diungkap kembali oleh ummat Muhammad SAW di akhir zaman ini. Inilah yang membuat umat Muhammad SAW menjadi genius dan brillian. Mereka mampu membuktikan bahwa menghafal lebih mudah dari baca-tulis.

Penulis: Ustaz Bobby Herwibowo
Kauny Quantum Memory
Menghafal Alquran Semudah Tersenyum

Sumber: Semudahsenyum.com


Minggu, 22 Februari 2015

Film Inspiratif, Assalamu'alaikum Sally Eps. Jodoh Pasti Bertamu

Sahabat Qur’an gimana kabanya tentunya baik-baik saja kan?

Bagi sahabat yang suka nonton film, pada postingan kali ini kami ingin merekomendasikan sebuah film pendek yang inspiratif. Kita ketahui bersama bahwa pada saat ini banyak sekali tontonan yang jauh dari tuntunan, bahkan lebih kepada perusakan moral anak bangsa dan generasi muda kita.

Tapi dari sekian banyak totonan tersebut ada secercah harapan dari segelintir teman-teman yang peduli dengan tontonan mendidik dan inspiratif yang di gagas oleh teman-teman yang ada di WANT production @filmmakermuslim .

Salah satu film yang patut ditonton oleh seorang akhwat (apalagi yang belum menikah, hehehe) yaitu Assalamu’alaikum Sally, Episode Jodoh Pasti Bertamu.

Film ini berkisah tentang Sally, seorang muslimah muda yang mulai galau dengan jodohnya. Ketika teman-temannya sudah mulai menyebar undangan pernikahan, bahkan Sally belum pernah jatuh cinta.

Iapun mulai terusik dan dalam hatinya bertanya-tanya mengapa jodohnya belum datang juga. sampai ia melihat seorang ikhwan yang membuatnya jatuh cinta dengan tweet-tweetnya. Sally bahkan tak pernah melewati satu tweetpun dari ikhwan tersebut. dari tweet-tweetnya lah Sally tau sedikit gambaran tentang ikhwan itu, dan mencoba untuk memantaskan diri agar ikhwan tersebut juga jatuh cinta padanya. 

Benarkah ketika jatuh cinta kita harus memantaskan diri agar dijatuh cintai oleh orang yang kita cintai?


Penasaran, yuk kita tonton saja filmnya....


(surya/GQ)

Sabtu, 21 Februari 2015

Pantaskah Kita Mengeluh?

Ketika kita mengeluh: "ah... Ga' mungkin banget..."
Allah azza wa jalla mnjwab: "jika aku menghendaki, cukup ku berkata "jadi", maka jadilah" (QS.: Yasin; 82)

Ketika kita mengeluh: "capek banget gue..."
Allah azza wa jalla menjawab: " dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat". (QS. An-Naba; 09)

Ketika  kita mengeluh: "berat banget yah, ga' sanggup rasanya..."
Allah azza wa jalla menjawab: "aku tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya". (QS. Al-Baqarah: 286)

Ketika kita mengeluh: "stresssss nih... Panik..."
Allah azza wa jalla menjawab: " hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang". (QS. Ar-Rad; 28)

Ketika kita mengeluh: "eee..dedehh.. Gue sendrian lg... Ga' ada yg ngebantuin gue.."
Allah azza wa jalla menjawab: "berdo'alah (mintalah) kepadaku, niscaya aku kabulkan untukmu'. (
QS. Al-Mukmin: 60)

Ketika kita mengeluh: "duh... Sedih banget deh gue..."
Allah azza wa jalla menjawab: "la tahzan. Innallaha ma'anaa. Janganlah kamu brsedih. Sesungguhnya Allah bersama kita". (QS. At-Taubah: 40)

Kita semua yg mulai galau atas perhatian Allah azza wa jalla yg serasa jauh dari kita pdhl sebaliknya Allah azza wa jalla dekat selalu'. (QS. Al-Baqarah: 186)
***



Nama Penulis : Fitriani Suty
Penulis Merupakan Santri Griya Qur’an Depok pimpinan Ust Drs. M. Taufik Zoelkifli, MM.. Beliau sempat menyelesaikan pendidikan di STAI DDI AD Mangkoso. Penulis berasal dari Mangkoso, Sulawesi Selatan.

Facebook: FitrianiSuty

Renungan Wanita Sholehah

Aku malu menjadi wanita

Orang merasa bangga menjadi wanita
Karena wanita layak dipuja
Karena wanita cantik mempesona
Karena wanita cukup menggoda
Karena wanita bisa dibeli dengan harta

Aku malu menjadi wanita
Ya, aku malu menjadi wanita
Karena ia mudah diimingi harta
Dengan mengorbankan harga dirinya

Aku malu menjadi wanita
Kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat
Memikat hingga mengajak pada jalan sesat

Aku malu menjadi wanita
Kalau ternyata dari pandangan
Dan suara wanita yang tak terjaga
Sanggup memunculkan syahwat

Aku malu menjadi wanita
Kalau ternyata tindak tanduk wanita
Sanggup membuahkan angan-angan bagi pria

Aku malu menjadi wanita
Kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya
Dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya

Sungguh, aku malu menjadi wanita
Yang tidak sesuai dengan fitrahnya

Ya, aku malu
Jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita
Yang seperti Allah harapkan

Aku malu karena itu pertanda aku belum amanah
Terhadap titipan Allah ta’ala
Entahlah, dalam waktu 18 tahun ini
Aku sudah menjadi wanita macam apa

Aku malu.. Bahkan malu ini berbuah ketakutan
Kalau-kalau pada hari akhir nanti tak ada daya bagiku
Untuk mempertanggungjawab kan ini semua.

Padahal, setahuku dari bunda khadijah, aisyah dan fatimah
Wanita itu makhluk yang luar biasa
Penerus kehidupan

Dari kelembutan hatinya
Ia sanggup menguak gelapnya dunia
Menyinari dengan cinta

Dari kesholehannya akhlaknya
Ia sanggup menjaga dunia dari generasi-generasi hina
Dengan mengajarkannya ilmu dan agama

Dari kesabaran pekertinya
Ia sanggup mewarnai kehidupan dunia
Hingga perjuangan itu terus ada

Ya allah, maafkan aku akan kedangkalan ilmuku
Dan rendahnya tekadku
Aku berlindung pada-mu dari diriku sendiri

Bantu aku Rabb
Untuk tak lagi menghadirkan kelemahan-kelemahan diri
Saat aku ada di dunia-Mu

Hingga kelak aku akan temui-Mu
Dalam kebaikan akhlak yang kuusahakan.

Wahai, wanita sholehah..
***
* Sebagian kecil diedit admin






Nama Penulis : Hajar Azzahidah
Penulis Merupakan Santri Griya Qur’an Depok pimpinan Ust Drs. M. Taufik Zoelkifli, MM.. Beliau sempat menyelesaikan pendidikan di MAN I Model Bojenegoro. Penulis berasal dari Denpasar Bali.

Facebook: HajarAzzahidah

Sahabatku, Tetaplah Disini

GriyaQuran.net Tanganku tak bisa lagi menggenggam tanganmu kini. Itu sungguh menyedihkan. Lalu kulihat ke dalam, aku tersenyum, hati kita masih berjabat hangat.

Antara kotaku dan kotamu, ada puluh ribu jarak yang memisah. Aku gelisah. Lalu aku mencarimu, aku lega, jiwa kita masih di tempat yang sama. Ah, kita masih dalam satu rumah.

Tapi tadi aku melihatmu berkemas. “Kemana?” kataku.
 “Entahlah,” sahutmu.
 “Apa yang terjadi?” tanyaku.
“Bukankah kau sudah tau?” jawabmu lagi.
Aku panik. “Tunggu!” teriakku.
Kau menoleh. “Beri aku waktu,” pintaku.
“Untuk apa?” katamu.
“Untuk sebuah kejujuran,” bisikku.
Maka dengarkanlah, ini hatiku yang bicara.

Sahabatku,
Kita tak pernah bertemu sebelumnya.
Lalu, Allah mempertemukan kita dalam pertemuan yang tak biasa.

Berawal dari sebuah amanah,
dan semakin menghangat karena amanah.

Di tengah lalu-lalang orang-orang hebat itu,
kau mungkin merasa terasing.
Taukah kau? Diam-diam aku pun juga.

Di tengah gegap gempita ide-ide cemerlang itu,
kau mungkin merasa tenggelam dalam diam.
Taukah kau? Aku juga merasakannya, bahkan lebih dalam.

Ketika dunia yang kita jalani selalu meminta kontribusi,
kau mungkin merasa tak sanggup.
Taukah kau? Sungguh demikian pula denganku.

Tentu saja kau tak pernah tahu semua itu.
Aku memang tak pernah mengeluh di hadapanmu.
Padahal jika kau tahu, sungguh, aku benar-benar lebih rapuh.

Waktu yang terlewati seperti puzzle
yang merangkai keping demi keping perasaan.
Dan dari waktu-waktu itu aku semakin tau : kita tak jauh berbeda.

Maka aku tak lagi butuh yang lain selain kebersamaan. Karena kebersamaan itulah yang membuatku merasa harus bertahan. Meski secara fisik kita tak bersama kini, tapi jiwa kita tak boleh berpisah.

Ini hanya sementara, sejatinya kita tak berpisah. Jalan yang kita tapaki masih sama, apa yang kita perjuangkan tak berubah.

Sungguh, keberadaanmu adalah cukup bagiku.
Tidakkah keberadaanku cukup bagimu?
Maka, tetaplah di sini.. di jalan ini..
aku membutuhkanmu, untuk sebuah kebersamaan..


Ya Allah, teguhkan kami di jalan-Mu..
Depok yang dingin, saat aku harus menangisimu,
dari jauh..

***




Nama Penulis : Ineke Farid
Penulis Merupakan Santri Griya Qur’an Depok pimpinan Ust Drs. M. Taufik Zoelkifli, MM.. Beliau sempat menyelesaikan pendidikan di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Penulis berasal dari Kediri, Jawa Timur.

Facebook: Ineke Suhudy