Jumat, 20 Maret 2015

Kado Buat Ayah Tercinta

Ketika ayah memutuskan meminang ibu, ayah ingin anak-anaknya nanti punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi kesulitan dengan lebih bijak, lebih tidak tergantung pada siapapun dan selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah akan selalu menuntunku untuk setiap pilihan yang ku ambil. Ayah mulai merencanakan hidupku ketika tahu bahwa ibu hamil (mengandungku), tapi begitu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impian jadi kenyataan bahkan dia pun bisa meyakinkanku untuk keluar dari rahim ibu. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak, tetapi di mata teman-temanku dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis, jadi dia menyalahkan tukang cukurnya yang menggunting terlalu banyak di puncak kepala. Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar akuu bisa melihat para malaikat bergelantungan di sana dan agar aku selalu bisa mengenalinya.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahu anaknya apa yang harus dilakukan, tapi jika tidak berkenan ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah itu murah hati. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kami butuhkan. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kami ingin bicara.

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk semua keperluan anaknya, meskipun aku tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya.

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihat anaknya melakukan sesuatu persis seperti caranya. Ayah lebih bangga pada prestasi anaknya, daripada prestasinya sendiri.

Ayah hanya akan menyalamiku ketika pertama kali aku pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah pernah berkata "kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Maha Menciptakannya".

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Ayah bersikeras, bahwa anak-anaknya kelak harus bersikap lebih baik daripada beliau dulu. Ayah bisa membuatku percaya diri. karena ia percaya pada anaknya. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.

Dan terpenting adalah ayah tidak pernah menghalangi untuk mencintai Allah, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar anaknya dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintai karena cintaNya.

Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku,
untuk tetes air mata laki-laki yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali kukhianati. Tak pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan,
jazakallah bil jannah, semoga Allah mengganti semuanya dengan syurgaNya, Aaamiin.

*** 
Kado untukmu Ayah, happy milad. 20 Maret. Barakallahu ya Abi. Uhibbuka fillah dari anakmu tercinta yang selalu berusaha untuk berbakti kepadamu, Hifdzul Aziz.

***





Penulis : Hifdzul Aziz
Santri Pesantren Tahfizh Griya Qur'an pimpinan Ust. Drs. H.M. Taufik Zoelkifli, MM
Berasal dari Bekasi Jawa Barat.
facebook: Hifdzul Aziz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar